Our social:

Latest Post

Senin, 02 Maret 2015

Pencarian, Perbandingan dan Keputusan + Galau

Tiba saatnya bagi kami(saya dan istri) untuk menentukan mobil apa yang akan kami beli. Cukup galau juga dalam menentukan pilihan karena banyaknya jenis mobil dan juga...dana yang pas-pas2an wkwkwkwkw....
Kriterianya sudah jelas yaitu MPV dan...mengikuti budget maka Low Entry Level MPV (LMPV). Namun jujur disini pilihan jenis saya batasi yaitu tidak akan ke merk mobil saya sebelumnya..u know what lah..hehehe..

Pilihannya adalah:
- Honda Mobilio (HM)
- Nissan Livina (NL)
- Suzuki Ertiga (SE)
- Chevrolet Spin (CS)

Pilihan pertama adalah HM, karena dari awal saya ingin punya merk ini. Dalam kesempatan pameran di Mall, saya dan istri mencoba masuk ke dalam mobil ini...ga lama kami masuk ke dalam mobil, kami langsung keluar karena tidak suka dengan interiornya dan entah kenapa seperti ada yang tidak enak. Ok..mungkin karena baru pertama kali, saya coba dekatin sales-salesnya untuk minta info detil dan untuk test drive...namun di cuekin, brosus saja tidak di kasih, mungkin karena saya pada waktu itu memakai sandal dan celana pendek + kulitnya item hahaha..baiklah kalau begitu.
Kebetulan teman ada yang punya, jadinya bisa test drive, performa memang bagus namun bagi saya sepertinya tidak bisa mendapatkan nilai lebihnya dan masih terasa biasa. Well..ini brio dipanjangin dan setelah di lihat-lihat eskterior HM kurang enak dilihat karena terlalu banyak lekukan.

Yang kedua adalah NL, kebetulan kakak ipar punya dan beberapa kali saya pernah bawa..irit dan performanya bagus, untuk keluarga juga bagus. NL ini sebenarnya sedan yang dipanjangkan ya..jadi buat saya feelnya masih sama seperti di vios, terasa seperti sedan sehingga buat saya nilai lebih yang membedakan belum ada. Tapi ok lah dengan harga yg kompetitif..irit, performa bagus dan bisa 7 orang.
Tiba saatnya melihat langsung NL tipe yang terbaru....hmm ternyata tidak lama juga saya berada di dalam mobil dan memutuskan tidak mengambil mobil ini. Alasannya..mungkin hal sepele, door trimnya terasa sangat empuk dan pada bagian arm rest, saya tekan terasa seperti plastik campuran karet. Material yang keluaran baru sepertinya sangat berbeda dengan generasi sebelumnya. Dan juga dari sisi sparepart ternyata cukup mahal.

SE, mobil ini bagus tenaga dan iritnya cukup baik dari sisi handling dan driving performance mungkin bagi saya seperti perpaduan Avnz dan NL. Cukup menjanjikan untuk dipinang.

CS, mobil terakhir yang saya lihat dan review mengingat pabrikannya bukan pabrikan besar di negeri ini. Secara penampilan CS ini terkesan sangat berbeda dibanding yang lain, gagah dan chubby haha.. Coba lihat interior pada waktu pameran, saya dan istri tersenyum-senyum...ternyata dalamnya manteb..berkesan build quality yg bagus dan juga simple tapi terlihat mewah. Fitur-fiturnya pun juga sangat lengkap dan teknologi di atas pemain lain di kelasnya. Lihat Spin Activ yang putih seperti SUV. Ok..minta ke salesnya untuk test drive, pengalaman yang sangat berbeda dirasakan disini..susah dijelaskan (sepertinya saya jatuh hati). Secara eksterior, interior dan driving experiences terasa mobil diatas harga 250 juta.

Hmm..ok sekarang saatnya babak eliminasi..akhirnya diputuskan untuk mempertimbangkan:
- SE
- CS

Disinilah saat-saat galau..yang berkepanjangan hingga lewat akhir tahun dan tahun baru..akhirnya terlewatkan masa-masa diskon gede...hadeeuuhh...

Akhirnya kami memutuskan untuk meminang Chverolet Spin Activ Summit White, faktor terbesar karena eksterior, quality, fitur dan teknologi dan driving experience yang nyaman dan sangat berbeda. 
Tidak jadi SE karena untuk tipe tertinggi yg full fitur ternyata mahal yaitu sekitar 220jt, entah bisa diskon berapa, dan juga tidak suka dengan modelnya dan warna interiornya.
Perbandingan SE dengan CS, menurut saya lebih worth CS dengan fitur, teknologi dan material di atas SE. 

Bagaimana dengan resale value?? Semua mobil pada akhirnya nanti akan jatuh harganya karena saat ini banyak mobil baru yg murah-murah. Sparepart? Saya yakin untuk spin sparepart tidak akan terlalu mahal dan ketersediaannya ada karena mobil ini sukses di brazil (kata temen yg pernah kerja di GM).
Dengan material dan build quality yg bagus, CS akan lebih long lasting dan saya memang berniat pakai untuk jangka waktu 5 tahun ke depan. Pabrik chevrolet spin di pondok ungu tutup? Ada alasan strategi bisnis baru dari GM yg akan membawa GM ke arah yg lebih baik, nanti akan saya tuliskan juga.

Proses pembelian juga ada cerita seru karena di awal tahun dan dealer banyak yang tidak memberikan diskon, sehingga saya mengirimkan email ke semua dealer untuk minta harga terbaik dan akhirnya dari semua dealer di jakarta saya mendapatkan dealer yang memberikan diskon dan bonus yang paling bagus, kebetulan juga posisi dealer dekat juga dengan rumah

Ok..alasan dan ulasan detailnya akan saya  sampaikan pada lain waktu.. dan juga akan saya sampaikan perbandingan dari para pengguna yang saya dapat melalui forum-forum:
- CS vs SE (dari sisi pengguna yang memiliki kedua jenis mobil ini)
- CRV vs SE
- dll

Chevrolet Spin Activ is not LMPV its entry-level SUV :D

*kalo minat meminang Chverolet Spin, call me

Mobil Pertama (Oct 2013 - Dec 2014)


Ini merupakan mobil pertama yang saya beli dengan hasil keringat sendiri, yaitu Toyota Vios G Manual tahun 2004 akhir (bukan limo). Tidak salah saya dan istri memilih mobil ini karena konsumsi bbmnya irit, sparepart murah dan kinerjanya juga cukup bagus.

Rute sehari-hari saya cukup jauh dan mobilitas juga cukup tinggi, sehari rata-rata 60 km bahkan bisa 130km jika saya sedang pergi ke customer yang jauh dan sehari bisa 3 customer yang harus saya kunjungi. Sehingga dalam satu minggu pengeluaran untuk bensin sekitar 250 - 450 ribu rupiah (dengan harga bensin saat itu). Apakah mobil ini irit? tergolong irit bensin, namun juga bisa boros kalau sedang kena macet parah dan juga sedang ngebut mengejar waktu heheee... Terhitung bagi saya pernah mencapai kondisi terboros adalah 1:9...jadi kembali lagi dengan kondisi dan cara bawa.
Bersama mobil ini juga saya pertama kali PP Jakarta - Tayu Pati, dengan konsumsi bensin 45 liter bisa mencapai tujuan.

Apakah mobil ini nyaman? hmm..karakter vios mempunyai suspensi yang keras jadi..bantingannya juga cukup keras namun untuk stabilitas dalam kecepatan tinggi menjadi cukup stabil. Perihal kekedapan suara, berhubungan ini mobil tahun 2004 maka karet-karetnya banyak yang sudah tidak bagus sehingga suara luar dan suara ban banyak masuk kedalam bahkan bau dari luar pun ikut masuk. Untuk mengatasi ini saya masukan selang waterpass ke dalam karet-karet pintu dan hasilnya sangat membantu.

Akhirnya tiba saatnya untuk berganti mobil dan kali ini akan lebih memilih mobil yang untuk keluarga dan lebih nyaman yaitu mobil jenis MPV(entry).

Goodbye my BlackCab

*sekarang mobil ini sudah di DI Aceh, Jakarta - Aceh menghabiskan dana untuk bensin sekitar 900ribu, info dari pembeli.

Minggu, 01 Maret 2015

Perjalanan Pertama Bersama Chevrolet Spin Activ

Parkir perdana di garasi. foto seadanya
26 Februari 2015, pukul 21:00..akhirnya setelah penantian selama 1 bulan, unit mobil diantar ke rumah. KM yang tertera pada saat itu adalah 56 KM, dengan kondisi bensin yang sudah minim.
Dengan memberanikan diri, karena sebelumnya belum pernah membawa matic, akhirnya 27 Februari 2015 berangkat kerja langsung menggunakan mobil ini. Hari ini jadwalnya adalah melanjutkan pekerjaan di customer daerah Jl, Imam Bonjol.

Rute yang saya lalui
  1. Pangkalanjati(Kalimalang)
  2. SPBU Cipinang, isi 40 liter premium
  3. Masuk ke Cipinang Indah karena jalan kalimalang macet
  4. Kebon Nanas (TPU) - ternyata lebih macet (30menit lebih disini)
  5. Kampung Melayu - Macet juga
  6. Akhirnya sampai juga di tujuan... (2 jam lebih perjalanan)
  7. Keluar Imam Bonjol terus lanjut ke Sarinah
  8. Pulangnya lewat kokas...macet lagi hadeeuuh... sampai di rumah jam 23:00 (sekitar 2 jam juga)
KM jadi 90 KM dan bar bensin berkurang 1.
Kesimpulan: Chevrolet Spin Activ sangat fun to drive, berasa bawa mobil gede haha..